Mengenai sejarah Desa Tegallinggah prihal berdirinya tidak banyak diketahui secara pasti, namun menurut sumber-sumber dari beberapa cerita yang dianggap sampai sekarang ini oleh masyarakat Desa Tegallinggah sebagai suatu kebenaran. Dengan mengumpulkan cerita kuno maka dapat disusun Sejarah Ringkas Desa Tegallinggah.
Setelah Belanda memasuki Kerajaan Tabanan kurang lebih tahun 1905 maka rakyat yang setia di daerah ini ( Daerah Dang Khayangan Batu Karu ) menyusun Pasukan pertahanan dan langsung menyerang ke pusat kerajaan, dan baru sampai dipinggir kota sudah dihadang oleh Pasukan Belanda ( Yang sekarang tempat pertempuran itu dinamakan Tuakilang), pertempuran terkenal dengan “Balikan Wangaya”. Pada pertempuran itu banyak pahlawan yang gugur dan dibuang ke daerah seberang khususnya pahlawan-pahlawan Banjar Tegallinggah yaitu:
Dan pada jaman Kemerdekaan Banjar ini merupakan basis dari perjuangan dibawah pimpinan I Wayan Darna (Almarhum) dan I Nengah Cetig (Almarhum) dan banyak lagi pahlawan lainnya yang gugur setelah mereka dan barulah mulai membangun Desa.
Pada jaman dulu Nama Desa tegallinggah berasal dari kata Tegal dan Linggah. Tegal berarti Lahan (Tegalan) dan Linggah berarti Luas (Lapang). Dilahan yang luas ini kita dapat menanami berbagai jenis tanaman yang dapat menghidupi seluruh Penduduk Banjar Tegallinggah. Dan lama kelamaan tempat ini dipakai sebagai tempat untuk mencari penghidupan di Tegal yang Linggah, Maka pada akhirnya disebut Banjar Tegallinggah.
Pada dulunya Desa Tegallinggah merupakan suatu Banjar Dinas diantaranya: Banjar Dinas Tegallinggah Kaja, Banjar Dinas Tegallinggah Kelod, Banjar Dinas Tegallinggah Pondok, dan Banjar Dinas Tatag dengan Kebendesaan Desa Rejasa. Dengan adanya wilayah yang laus dan penduduknya semakin padat maka diadakan kesepakatan untuk mengadakan suatu pemekaran Desa menjadi 3 Desa yaitu: Desa Induk Rejasa, Desa Tegallinggah dan Desa Pesagi. Mengingat yang mewakili Desa Tegallinggah untuk mengusulkan dan membuat Proposal Pemekaran pada tahun 1998 yaitu: selaku Panitia Pemekaran I Nyoman Pasek ( Ketua ) dan I Made Nurjaya SE ( Sekretaris ) dan dibantu oleh 4 orang Kelian Banjar Dinas diantaranya : I Wayan Suasta (Kelian Banjar Dinas Tegallinggah Kaja), I Nengah Sutapa ( Kelian Banjar Dinas Tegallinggah Kelod), I Nyoman Sujatra ( Kelian Banjar Dinas Tegallinggah Pondok), dan I Nyoman Muliyana ( Kelian Banjar Dinas Tatag). Selanjutnya menjadi desa Persiapan dengan SK BUPATI NOMOR: 686 TANGGAL 28 DESEMBER TAHUN 2001, dan sehingga menjasi Desa Definitip dengan SK BUPATI NOMOR: 8 JANUARI 2003 dengan mengangkat 1 (satu) orang Pejabat Sementara: I Gusti Ketut Sudarta sampai dengan 25 Juli 2003
Selanjutnya yang menjabat sebagai Perbekel Desa Tegallinggah
Pada akhirnya Desa Tegallinggah biasa berjalan mengikuti perkembangan desa – desa lain yang ada di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 1,392,823,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 1,693,802,317 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 300,979,317 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 9,825,122 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 174,878 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 346,630,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 274,149,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 554,367,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 75,000,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 121,800,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 5,877,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 5,000,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 972,661,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 509,304,317 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 129,187,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 77,050,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 5,600,000 | Rp. 0 |
Kirim Komentar